 |
| aku dan mama setelah operasi pertama |
Hanya membaca artikel di website Kick Andy tentang buku Psikologi kematian….setidaknya saya menyadari bahwa Allah merencanakan sebuah kejadian bukan tanpa alasan, bukan tanpa hikmah dibalik kejadian itu…
Dalam buku itu menyebutkan bahwa lebih enak mana ditinggal orang yang kita cinta karena meninggal mendadak ( seperti kecelakaan ) atau karena sakit?? Menurut saya dua-duanya tidak enak karena sama sama menyakitkan…tapi disinilah bagaimana kondisi emosi kita menyikapi dua hal tersebut…
Ketika orang yang kita cintai meninggal karena kecelakaan, Allah tahu bahwa kita itu kuat kita sanggup menerima cobaan itu,bahwa kita akan ikhlas seketika itu juga..
Ketika orang yang kita cintai meninggal karena sakit yang sudah lama diidap…Allah tahu bahwa dengan begitu kita harus mempersiapkan diri untuk suatu saat kita harus melepas orang yang kita cintai tersebut..
Kasus kedua ini sama seperti kasus yang saya alami.. Lima tahun yang lalu tepatnya di tahun 2006, ibu saya mengidap penyakit myoma semacam kista tetapi tidak menempel di rahim karena myoma ini disertai cairan yang bersarang di perut ibu saya…ketika ibu saya sudah sangat kritis seebelum menjalani operasi…beliau pun sempat menitipkan pesan pesan terakhirnya pada sebuah buku harian…bagaimana perasaan saya saat itu??kacau,jiwa saya seperti tidak ada di dalam badan saya..saya tidak mau kehilangan ibu saya,saya baru lulus SMA saya masih terlalu muda untuk menerima semua ini..itu yang ada di benak saya kala itu..
Dan kenyataan berkata lain, ibu saya selamat dalam operasi itu setelah menjalani perawatan selama kurang lebih hampir dua bulan di rumah sakit,beliau diperbolehkan pulang dan menjalani aktivitas seperti biasa..
Berselang dua tahun kemudian,tepatnya di akhir tahun 2008, ibu saya merasakan kembali sakitnya tapi kali ini beda dia merasakan sesak nafas setiap kali terlalu banyak beraktivitas…dan akhirnya beliau kembali masuk rumah sakit..di paru parunya terdapat banyak cairan dan harus disedot dengan sebuah selang yang dimasukkan dibawah ketiaknya…sedih,sedih sekali melihat ibu saya kesakitan untuk kedua kalinya…selama sepuluh hari di rumah sakit saya betul betul melihat perjuangannya untuk menahan rasa sakitnya dan tetap tersenyum..saya tau itu demi anak anaknya termasuk saya.. Dan pada akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan tindakan kemoterapi untuk ibu saya yang dilakukan dalam enam tahap…kemoterapi infus ini dilakukan selama 12 jam…yang ada dipikiran saya waktu itu kemoterapi??bukannya itu untuk pasien yang terkena kanker,sedangkan ibu saya hanya disedot cairan dari paru parunya…tapi pikiran itu sirna yang saya harapakan dengan kemoterapi ini ibu akan sembuh seperti sedia kala…setelah menjalani kemo pertama tubuh ibu drop nafsu makan menurun drastis, tangannya pun menghitam, rambutnya rontok.. sakit melihat keadaan ibu, tapi saya bisa apa?yang bisa saya lakukan hanya merawatnya…ibu pun sulit untuk mandi dan makan sendiri..yaa tentu saja sebagai anaknya saya membantunya melakukan semuanya..ibu saya selalu minta dipijat karena badannya sakit semua..miris hati ini melihat keadaan ibu yang semakin menurun setelah menjalani kemo…saya hanya bisa menangis dalam setiap solat dan berdoa untuk kesembuhan ibu…
Bulan April 2009,ibu harus melaksanakan kemo kedua dan saya tidak bisa menemani karena saya kuliah di luar kota..keadaanya pun tidak kunjung membaik setelah kemo kedua malah setelah itu seminggu sekali harus masuk rumah sakit untuk diinfus karena tidak bisa makan…pikiran saya kacau, pusing, gundah karena saya tidak bisa berada di dekat ibu..lagi lagi saya hanya bisa menangis dalam doa…bulan Mei ibu kembali masuk rumah sakit dan harus masuk ICU dan saya diminta untuk pulang oleh keluarga untuk menemani ibu…..entah kenapa 2 hari sebelum kepulangan saya ke Bekasi saya merasa ikhlas jika memang jalan terbaik ibu saya adalah kembali pada Nya karena saya tidak tahan, hati saya tidak kuat lagi melihat penderitaan ibu saya…tepat dihari saya akan pulang ke Bekasi,Allah memanggil ibu kembali kepada Nya…hancur, hancur sekali perasaan saya pada saat itu, sakit, sakit sekali tapi entah kenapa jauh di lubuk hati ini ada keikhlasan karena dengan begitu ibu tidak lagi merasakan sakitnyaa….
Hikmah yang saya ambil adalah Allah mempersiapkan saya, menguatkan batin saya selama tiga tahun supaya dapat ikhlas sebelum Allah memanggil ibu kembali pada Nya…entah apa yang akan terjadi pada diri saya jika dengan mendadak Allah memanggil ibu saya…Itulah Allah mempunyai rencana di setiap kejadian….Alhamdulillah ya Allah Engkau telah menguatkan hamba Mu ini…